10 Coffee Shop Buat Nongkrong di Mekah & Madinah

coffee shop di mekah madinah
Arab Saudi saat ini tengah mengalami revolusi budaya kuliner yang luar biasa, khususnya dalam industri kopi. Jika dulu jemaah hanya mengenal Gahwa (kopi tradisional Arab yang dicampur kapulaga) yang disajikan di teko tembaga kecil, kini Third Wave Coffee atau gelombang kopi modern telah menjamur di seluruh penjuru kota Mekah dan Madinah. Mulai dari kopi susu kekinian (Spanish Latte), kopi seduh manual (V60, Chemex), hingga pastry ala Eropa, semuanya bisa Anda temukan hanya dengan berjalan kaki beberapa menit dari pelataran masjid.

Bagi jemaah asal Indonesia yang memang memiliki budaya “nongkrong”, mencari coffee shop (kafe) yang nyaman, estetik, memiliki kopi yang enak, dan tentu saja memiliki rating tinggi di Google Maps adalah sebuah kewajiban. Artikel ini disusun secara khusus berdasarkan data terbaru, riset mendalam, ulasan terbanyak di internet, serta popularitas kafe tersebut di media sosial (viral).

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 10 Coffee Shop di Mekah dan Madinah yang wajib Anda masukkan ke dalam itinerary perjalanan ibadah Anda!

MEKAH AL-MUKARRAMAH

Mekah adalah kota yang tidak pernah tidur. Gemerlap lampu dari Abraj Al Bait (Zamzam Tower) dan deretan hotel bintang lima di Jabal Omar menawarkan berbagai fasilitas kelas dunia. Di balik kemegahan tersebut, terselip tempat-tempat ngopi yang siap mengembalikan energi Anda.

1. Barn’s Coffee (Barn Cafe) – Sang Legenda Kopi Arab Saudi

Ulasan Google Maps: 4.5/5 (Ribuan ulasan di berbagai cabang)

Tidak afdal rasanya jika kita membicarakan kopi di Arab Saudi tanpa menyebut Barn’s Coffee. Ini adalah franchise kopi lokal kebanggaan Arab Saudi yang sudah berdiri sejak tahun 1992. Dapat dikatakan, Barn’s adalah “kopi sejuta umat” bagi warga lokal (Saudi) maupun ekspatriat dan jemaah. Logonya yang berwarna merah dengan tipografi klasik sangat mudah ditemukan di hampir setiap sudut jalan raya, bandara, hingga area sekitar Masjidil Haram.

Suasana dan Daya Tarik: Barn’s Coffee memiliki berbagai konsep toko, mulai dari kiosk kecil untuk grab-and-go, drive-thru, hingga kafe tempat duduk yang nyaman (meskipun jumlah tempat duduk biasanya terbatas karena tingginya perputaran pelanggan). Barn’s adalah tempat bernaung bagi jemaah yang menginginkan kepraktisan, kecepatan layanan, dan konsistensi rasa. Di musim haji atau umrah, antrean di Barn’s bisa sangat panjang, namun barista mereka bekerja dengan sangat cekatan.

Menu Wajib dan Harga: Menu yang paling melegenda dan banyak dipesan oleh jemaah Indonesia adalah French Coffee dan Caramel Macchiato. French Coffee ala Barn’s memiliki tekstur yang sangat kental, creamy, dengan perpaduan rasa manis dan hazelnut yang kuat. Cocok untuk menahan kantuk. Jika Anda suka yang segar, Iced Spanish Latte mereka juga tidak kalah enak. Harga: Sangat terjangkau. Berkisar antara 12 SAR hingga 22 SAR.

2. Moment Cafe – Menyesap Kopi dengan Pemandangan Ka’bah

Ulasan Google Maps: 4.6/5 (Sangat populer di kalangan pencinta view)

Mencari kafe dengan pemandangan langsung ke Masjidil Haram memang susah-susah gampang. Namun, Moment Cafe hadir untuk menjawab impian tersebut. Kafe ini berlokasi di area Zamzam Tower (Abraj Al Bait). Kafe ini viral di TikTok dan Instagram karena banyak jemaah yang mengunggah video mereka sedang memegang cup kopi dengan latar belakang pelataran Masjidil Haram dan Ka’bah yang menakjubkan.

Suasana dan Daya Tarik: Moment Cafe menawarkan interior yang elegan dan modern. Kaca-kaca besar menjadi dinding utama kafe ini, memungkinkan pengunjung untuk melihat ribuan jemaah yang sedang tawaf atau berjalan menuju masjid dari ketinggian. Suasananya sangat syahdu, terutama jika Anda berkunjung pada pagi hari setelah Subuh atau menjelang Magrib saat lampu-lampu kota mulai menyala. Tempat ini sangat direkomendasikan untuk me-time spiritual, membaca Al-Qur’an, atau sekadar bertafakur melihat kemegahan Baitullah.

Menu Wajib dan Harga: Moment Cafe fokus pada sajian kopi berbasis espreso dan aneka teh premium. Flat White dan Cortado mereka sangat direkomendasikan karena menggunakan biji kopi arabika pilihan. Mereka juga menyajikan aneka croissant dan cake manis. Harga: Mengingat lokasinya yang premium dengan view mahal, harga di sini sedikit di atas rata-rata, yakni berkisar antara 25 SAR hingga 45 SAR.

3. BREW92° Cafe – Markasnya Anak Indie dan Pecinta Manual Brew

Ulasan Google Maps: 4.7/5 (Pilihan teratas para Coffee Snob)

Bagi Anda yang sangat peduli dengan asal biji kopi (beans), tingkat roasting, hingga metode seduh, BREW92° Cafe adalah tempat pelarian yang sempurna. Berlokasi strategis di Zamzam Tower Lantai P3, tepat di depan tenant Abraj Avenue, kafe ini sangat mudah diakses setelah Anda selesai menunaikan salat fardu.

Suasana dan Daya Tarik: BREW92° adalah representasi sempurna dari Third Wave Coffee Shop ala anak Selatan Jakarta, namun berada di Tanah Suci. Interiornya bergaya industrial dengan sentuhan kayu, lampu gantung estetik, dan mesin espreso mutakhir yang gagah bertengger di meja bar. Bau harum biji kopi yang baru digiling (freshly ground) akan langsung menyambut Anda saat melangkah masuk.

Menu Wajib dan Harga: Mereka memiliki mesin roasting sendiri dan menyuplai biji kopi lokal maupun internasional (seperti Ethiopia, Colombia, dan Costa Rica). Untuk cuaca Mekah yang terik siang hari, Iced Spanish Latte mereka dipuji memiliki keseimbangan (balance) yang sempurna antara pahitnya espreso dan manisnya susu kental. Jika ingin yang hangat, pesanlah V60 manual brew. Harga: Berkisar antara 18 SAR hingga 35 SAR tergantung jenis biji kopi yang dipilih.

4. RATIO Speciality Coffee – Estetik, Terjangkau, dan Super Dekat

Ulasan Google Maps: 4.8/5 (Kafe tersembunyi yang viral)

RATIO Speciality Coffee perlahan tapi pasti menjadi primadona baru di kalangan jemaah muda Indonesia. Salah satu nilai jual utama kafe ini adalah jaraknya yang super dekat dari Masjidil Haram. Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit berjalan kaki melalui akses WC Nomor 6. Lokasinya yang agak masuk memberikan kesan hidden gem di tengah hiruk-pikuk kota Mekah.

Suasana dan Daya Tarik: Ratio mengusung desain minimalis kontemporer. Dominasi warna putih, abu-abu, dan material stainless steel membuatnya terlihat sangat bersih dan Instagramable. Tempat ini tidak terlalu besar, namun penataan tempat duduknya sangat nyaman untuk sekadar melepas penat atau mengobrol santai bersama rombongan umrah. Kafe ini menawarkan oase ketenangan di tengah lautan jutaan manusia.

Menu Wajib dan Harga: Kualitas kopi di Ratio sangat konsisten. Iced Americano mereka memiliki body yang tebal namun tidak meninggalkan rasa asam berlebih di lambung, sangat aman diminum setelah lelah beraktivitas. Selain itu, mereka memiliki aneka minuman non-coffee seperti matcha dan cokelat. Harga: Ini yang paling menarik. Harganya sangat affordable, berada di kisaran 5 SAR hingga 28 SAR saja. Sangat ramah di kantong jemaah!

5. Camel Step Coffee – Si Minimalis dengan Kualitas Premium

*Ulasan Google Maps: 4.7/5 (Terkenal sebagai produsen kopi lokal)

Camel Step sebenarnya bermula dari sebuah tempat pemanggangan kopi (roastery) di Riyadh yang kemudian berkembang menjadi raksasa kopi premium di Arab Saudi, termasuk membuka cabangnya di Mekah. Mereka memiliki misi kuat untuk mengangkat kopi arabika hasil bumi Arab Saudi dan sekitarnya.

Suasana dan Daya Tarik: Filosofi desain kafe ini sangat mencerminkan namanya; tenang bagaikan langkah unta di padang pasir, namun pasti dan mantap. Desain interiornya sangat bersih (ultra-minimalis), tanpa banyak ornamen, membiarkan pengunjung berfokus sepenuhnya pada apa yang ada di dalam cangkir mereka. Para baristanya sangat ramah dan berpengetahuan luas. Mereka dengan senang hati akan menjelaskan karakter (tasting notes) dari biji kopi yang Anda pesan.

Menu Wajib dan Harga: Karena berakar dari roastery, sajian kopi hitam (filter coffee) adalah bintang utama di sini. Cobalah memesan kopi dari region Jizan atau Yaman jika tersedia, untuk merasakan sensasi kopi lokal Arab yang luar biasa. Pastry mereka, seperti Almond Croissant, disajikan hangat dan renyah. Harga: Sekitar 18 SAR hingga 35 SAR.

MADINAH AL-MUNAWWARAH

Pindah ke Madinah, kota yang penuh dengan kedamaian dan ketenangan. Atmosfer di Madinah jauh lebih rileks dibandingkan Mekah. Jalanan trotoar yang lebar dan cuaca yang (terkadang) lebih bersahabat di malam hari membuat budaya nongkrong di luar ruangan (outdoor) menjadi sangat populer.

6. Kiffa Roaster – Penyelamat Ngantuk Dekat Pintu 337

Ulasan Google Maps: 4.6/5 (Langganan jemaah Indonesia sehabis Subuh)

Bagi jemaah yang hotelnya berada di sektor utara Masjid Nabawi, Kiffa Roaster adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Lokasinya benar-benar memanjakan kaki. Anda hanya tinggal keluar dari Pintu 337 Masjid Nabawi, berjalan lurus beberapa ratus meter, dan Kiffa Roaster akan langsung menyambut Anda di sebelah kanan jalan.

Suasana dan Daya Tarik: Kiffa Roaster adalah kafe spesialis yang memahami betul target pasarnya: jemaah yang butuh kopi cepat saji tapi berkualitas tinggi sebelum atau sesudah dari masjid. Tampilannya modern dan pelayanannya sangat cepat. Kafe ini sering dijadikan meeting point (titik kumpul) oleh para jemaah Indonesia yang terpisah dari rombongannya.

Menu Wajib dan Harga: Menu yang paling laris dan viral dari Kiffa adalah Coffee of the Day (Kopi hari ini) size S (Kecil). Menu ini adalah kopi seduh (biasanya batch brew) dari biji kopi yang dirotasi setiap hari. Rasanya selalu menjadi kejutan yang menyenangkan! Jangan lupa memesan aneka dessert mereka untuk menemani waktu senggang menunggu waktu salat. Harga: Sangat murah. Coffee of the Day bisa didapatkan mulai dari 7-10 SAR saja. Minuman lain berkisar hingga 25 SAR.

7. Tulip Cafe – Pemandangan Indah Nabawi dari Lantai Atas

Ulasan Google Maps: 4.5/5 (Cocok untuk makan malam ringan + kopi)

Meskipun Madinah tidak memiliki gedung pencakar langit seperti Mekah, Anda tetap bisa mendapatkan view Masjid Nabawi dari ketinggian yang pas di Tulip Cafe. Kafe ini berada di Lantai 1, jadi Anda hanya perlu naik satu tingkat menggunakan lift dari jalan raya utama.

Suasana dan Daya Tarik: Tulip Cafe menawarkan suasana layaknya lounge eksklusif. Jendelanya menghadap langsung ke arah payung-payung raksasa Masjid Nabawi. Jika Anda datang di waktu payung tersebut sedang membuka atau menutup (biasanya menjelang Magrib atau sesudah Subuh), pemandangannya benar-benar epik. Tempat ini sangat luas dan family-friendly, cocok untuk membawa rombongan keluarga besar.

Menu Wajib dan Harga: Berbeda dengan speciality coffee yang hanya menjual roti, Tulip Cafe mengusung konsep cafe-resto. Selain kopi (espreso, latte, cappuccino) dan mocktails yang menyegarkan, Anda bisa memesan makanan berat seperti aneka pasta, sandwich, hingga pizza dan halloumi saj. Harga: Mengejutkan, harga di sini cukup affordable! Menu dibanderol mulai dari 7 SAR hingga 40 SAR untuk makanan berat.

8. Ajwatech AlHaram – Sensasi Ngopi di Tengah Kebun Kurma

Ulasan Google Maps: 4.8/5 (Pengalaman Budaya Paling Unik di Madinah)

Jika Anda mencari pengalaman ngopi yang benar-benar tidak bisa ditemukan di Indonesia, Anda wajib datang ke Ajwatech AlHaram. Keunikan utama kafe ini terletak pada lokasinya yang menyatu langsung dengan alam, yakni berada di tengah-tengah kebun kurma (berlokasi di Jalan King Fahd, wilayah Bada’ah, Madinah—mudah dicari via Google Maps).

Suasana dan Daya Tarik: Lupakan sejenak lampu-lampu LED dan interior beton. Di Ajwatech, Anda akan duduk di kursi kayu di bawah rimbunnya pelepah pohon kurma yang otentik. Udara malam Madinah yang berhembus pelan (semilir) ditambah gemerisik daun kurma menciptakan suasana pedesaan Arab yang teramat syahdu. Tempat ini sangat viral di kalangan ekspatriat dan traveler internasional karena menawarkan pengalaman kultural yang komprehensif. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah menjelang sore (Ashar) hingga larut malam.

Menu Wajib dan Harga: Sesuai namanya, hidangan di sini didominasi oleh olahan kurma Ajwa asli Madinah. Anda wajib mencoba paduan Kopi Arab (Saudi Coffee) yang disajikan dengan kurma segar, Es Krim Kurma, dan French Toast yang disiram sirup kurma lumer. Perpaduan pahitnya kopi dan manisnya kurma alami adalah harmoni yang luar biasa di lidah. Harga: Sekitar 20 SAR hingga 45 SAR. Agak pricy untuk ukuran dessert, tapi sangat sepadan dengan pengalaman kebun kurmanya!

9. Savva Coffee – Sudut Estetik Bernuansa Kayu di Bir Uthman

Ulasan Google Maps: 4.7/5 (Surganya para pembuat konten)

Sedikit bergeser dari area markaziyah (pusat masjid), Anda bisa menggunakan taksi (Uber/Careem) selama kurang lebih 10-15 menit untuk mencapai daerah Bir Uthman. Di sinilah letak Savva Coffee, kafe viral yang saat ini sedang hits di kalangan anak muda lokal Madinah. (Lokasi tepatnya di Zubairah Al Roumiah, Madinah 42331).

Suasana dan Daya Tarik: Arsitektur dan desain interior Savva Coffee adalah definisi estetika yang paripurna. Kafe ini didominasi oleh material kayu alami berwarna hangat (warm wood), pencahayaan ambient yang lembut, serta tanaman indoor yang menyejukkan mata. Setiap sudut kafe ini sangat photogenic. Jika Anda seorang content creator atau sekadar ingin mengisi feed Instagram dengan foto-foto estetik yang “tidak seperti sedang di Arab”, Savva adalah tempatnya.

Menu Wajib dan Harga: Savva menawarkan racikan kopi modern yang manis dan gurih, seperti Pistachio Latte dan Salted Caramel Macchiato. Namun bagi pencinta kopi murni, Piccolo mereka sangat menonjol. Selain minuman, variasi hidangan panggang (baked goods) seperti cinnamon roll mereka sering ludes terjual di malam hari. Harga: Cukup bersahabat untuk ukuran kafe estetik, berkisar di angka 20 SAR hingga 40 SAR.

10. Row Cafe – Modern, Dinamis, dan Menyatukan Semua Kalangan

Ulasan Google Maps: 4.6/5 (Tempat nongkrong malam favorit Madinah)

Daftar kita ditutup dengan Row Cafe, sebuah entitas kopi modern yang berhasil mencuri perhatian banyak orang di Madinah. Kafe ini sering muncul dalam ulasan media-media lifestyle karena pelayanannya yang konsisten dan ambiensnya yang sangat hidup (lively).

Suasana dan Daya Tarik: Row Cafe memiliki area indoor yang luas dan area outdoor yang nyaman untuk menikmati angin malam Madinah. Suasana di sini sangat dinamis; Anda akan melihat percampuran yang harmonis antara warga lokal Arab Saudi yang mengenakan Thoub dan Abaya, dengan para jemaah dari berbagai negara yang mengenakan peci atau mukena setelah pulang dari masjid. Musik latar yang diputar sangat pelan (atau sering kali hanya lantunan instrumen/tilawah lembut) menambah kenyamanan.

Menu Wajib dan Harga: Minuman khas mereka adalah varian minuman dingin (Cold Brew atau Iced Shaken Espresso) yang disajikan dalam kemasan botol/gelas yang ikonik. Cheesecake dan Tiramisu yang disajikan di sini memiliki porsi yang cukup besar, sehingga bisa dibagi untuk dua orang. Harga: Standar speciality coffee Madinah, yakni mulai dari 15 SAR hingga 35 SAR.

Tips & Etika Cafe Hopping di Mekah dan Madinah

Untuk memastikan pengalaman ngopi Anda lancar, nyaman, dan tidak mengganggu rangkaian ibadah utama Anda, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

1. Perhatikan Waktu Berkunjung (Waktu Salat)

Ini adalah aturan terpenting di Arab Saudi. Seluruh kegiatan perdagangan, termasuk kafe dan restoran, wajib ditutup selama waktu salat. Penutupan biasanya dimulai sekitar 15-20 menit sebelum azan dan baru buka kembali sekitar 15-20 menit setelah salat berjamaah selesai. Jika Anda datang saat waktu salat, Anda tidak akan dilayani, atau terpaksa harus menunggu di luar. Waktu terbaik untuk bersantai di kafe adalah setelah salat Isya hingga tengah malam, atau di pagi hari antara waktu Dhuha hingga sebelum Zuhur.

2. Metode Pembayaran

Anda tidak perlu repot membawa tumpukan uang tunai Riyal (SAR). Arab Saudi saat ini merupakan salah satu negara cashless termaju di dunia. Hampir semua kafe di atas, bahkan sekelas kios kecil di pinggir jalan, menerima pembayaran menggunakan kartu (Debit/Kredit berlogo Visa/Mastercard) atau fitur Contactless (Apple Pay / Google Pay / kartu debit tap). Namun, menyimpan pecahan uang 5 atau 10 SAR tetap dianjurkan untuk berjaga-jaga atau sekadar memberikan tips.

3. Jaga Etika dan Pakaian

Meskipun kafe-kafe ini bernuansa modern, Anda tetap berada di Tanah Suci. Jaga volume suara saat mengobrol atau tertawa. Bagi laki-laki maupun perempuan, gunakan pakaian yang sopan dan menutup aurat dengan sempurna. Jangan memakai celana pendek ketat atau pakaian terbuka lainnya meskipun Anda sedang bersantai. Banyak jemaah tetap nyaman menggunakan baju gamis, koko, atau abaya saat nongkrong.

4. Gunakan Aplikasi Panduan Arah (Navigasi)

Area di sekitar Masjidil Haram dan Nabawi bisa sangat membingungkan karena bentuk bangunannya yang mirip dan sedang dalam banyak proses rekonstruksi/perluasan. Gunakan Google Maps sebagai panduan arah berjalan kaki Anda. Perhatikan detail lokasi kafe yang sering kali berada di dalam mall (seperti Zamzam Tower) sehingga Anda perlu melihat arahan lantainya (Lantai 1, P3, dll).

5. Jangan Lupa Niat Awal

Sebagus dan se-viral apa pun kafe yang Anda datangi, ingatlah bahwa tujuan utama perjalanan Anda adalah beribadah. Jadikan waktu ngopi ini hanya sebagai sarana relaksasi sejenak atau sebagai tempat untuk saling berbagi insight spiritual antar sesama jemaah. Jangan sampai waktu bersantai Anda membuat Anda tertinggal salat berjamaah di Masjid.

Menjelajahi coffee shop di Mekah dan Madinah bukan sekadar tentang mengikuti tren, melainkan sebuah cara baru untuk menikmati sisi lain dari kehidupan modern di Tanah Suci. Perjalanan ibadah yang panjang tentu menguras energi. Menepi sejenak di Barn’s Coffee untuk menyeruput kopi legend-nya, mengagumi Ka’bah dari Moment Cafe, atau merasakan ketenangan alam kurma di Ajwatech AlHaram, akan memberikan keseimbangan (balance) yang baik bagi fisik dan mental Anda.

Masing-masing dari 10 kafe yang disebutkan di atas memiliki karakter yang kuat. Jika Anda pecinta kopi sejati, jangan ragu mencoba metode manual brew mereka yang terkenal dengan kualitas biji kopi eksotis. Selamat menjalankan ibadah Haji atau Umrah, semoga mabrur, dan selamat menikmati secangkir kehangatan dari Tanah Suci!

Bagikan Artikel Ini 👇