[Darurat] Saudi Cegat Drone di Selatan Makkah. Bagaimana Keberangkatan Umroh?

drone-houthie-dicegat-saudi
Kemenhaj RI menyebut layanan jemaah umrah Indonesia masih normal per 16 September. Calon jemaah diminta memastikan jadwal keberangkatan kepada travel sebelum menuju bandara.

JAKARTA, 25 September 2026 — Arab Saudi sempat mengaktifkan peringatan darurat di Makkah, Jeddah, dan Taif pada Selasa, 15 September 2026, di tengah meningkatnya ketegangan dengan kelompok Houthi di Yaman. Pada malam yang sama, pertahanan udara Saudi menyatakan telah mencegat sebuah drone di selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota tersebut. qna.org.qa

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan pencegatan berlangsung pukul 18.50 waktu setempat. Menurut pernyataan koalisi yang diberitakan Saudi Press Agency (SPA), drone dihancurkan sebelum mencapai wilayah udara terlarang Makkah. Tidak ada laporan bahwa drone menghantam kota atau Masjidil Haram. www.spa.gov.sa

Peringatan bahaya dikirim kepada masyarakat di Makkah, Jeddah, dan Taif melalui sistem peringatan dini. Pertahanan Sipil Saudi kemudian mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu dan peringatan berakhir. Al Jazeera melaporkan alarm di Makkah dicabut beberapa menit setelah diaktifkan. Otoritas meminta masyarakat mengikuti instruksi keselamatan dan tidak berkerumun untuk mengambil foto. qna.org.qa

Saudi menyebut drone tersebut diluncurkan oleh Houthi dan menyatakan insiden itu sebagai upaya kedua untuk menargetkan Makkah, setelah peluncuran rudal balistik pada 2017. Al-Maliki menyebut keamanan dua masjid suci dan para jemaah sebagai “garis merah”. Namun, pihak Houthi membantah tuduhan itu. Sumber militer Houthi menolak klaim bahwa kelompoknya mengancam Makkah atau situs-situs suci lainnya. Karena itu, asal drone perlu ditulis sebagai keterangan pihak Saudi, disertai bantahan Houthi. www.spa.gov.sa

Ketegangan berlanjut di wilayah Saudi. Pada 19 September, Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh. Laporan 25 September menyebut Saudi mencegat enam rudal yang menurut koalisi mengarah ke Taif dan kawasan Yanbu. Namun, laporan terbaru itu tidak menyebut Makkah sebagai sasaran. www.spa.gov.sa

Bagi jemaah umrah, peringatan darurat dapat menimbulkan kekhawatiran dan membuat mereka perlu lebih memperhatikan arahan petugas. Meski demikian, sumber yang ditemukan tidak melaporkan penutupan Masjidil Haram, penghentian kegiatan umrah, atau pembatasan kedatangan jemaah akibat insiden 15 September.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyatakan layanan bagi jemaah umrah Indonesia masih normal berdasarkan pemantauan per 16 September. Menurut laporan detikHikmah yang mengutip Kemenhaj, penerbangan, hotel, bus, dan kereta jemaah masih beroperasi. Pemerintah juga berkoordinasi dengan otoritas Saudi dan perwakilan Indonesia untuk memantau situasi. (detik.com)Meski begitu, calon jemaah diminta memastikan jadwal kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sebelum berangkat ke bandara. Kemenhaj mengimbau jemaah tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Jemaah yang telah berada di Saudi diminta berkoordinasi dengan PPIU dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia bila memerlukan informasi atau pendampingan. (detik.com)

Sebuah media lokal juga melaporkan pelepasan 58 jemaah oleh biro perjalanan di Indramayu pada 16 September. Namun, laporan itu tidak mengonfirmasi waktu pesawat lepas landas atau kedatangan rombongan di Saudi. Informasi tersebut menunjukkan adanya prosesi pelepasan jemaah setelah peringatan, tetapi belum membuktikan bahwa semua penerbangan berjalan tanpa perubahan. (detiknewstv.com)

Dengan demikian, Kemenhaj menyebut layanan umrah Indonesia masih normal setelah peringatan Makkah, tetapi jadwal setiap rombongan tetap perlu dikonfirmasi langsung kepada PPIU dan maskapai. Status normal tersebut merupakan kondisi yang dilaporkan per 16 September, sehingga jemaah sebaiknya terus mengikuti informasi resmi terbaru.

Bagikan Artikel Ini 👇