
Setiap kali kamu jalan menuju Masjidil Haram, pasti ada satu bangunan yang susah dilewatkan. Menaranya menjulang sangat tinggi, dengan jam raksasa di puncaknya yang menyala terang, siang maupun malam. Itulah Makkah Royal Clock Tower, atau kadang disebut juga Abraj Al Bait Clock Tower.
Buat sebagian besar jamaah umroh dan haji, menara ini sudah jadi semacam penanda arah. Begitu jamnya kelihatan dari kejauhan, artinya Masjidil Haram sudah dekat. Tapi di balik fungsinya sebagai penunjuk arah, ada banyak fakta menarik yang mungkin belum kamu tahu. Yuk, kita bahas satu per satu.
Menara Ini Sebenarnya Bagian dari Apa?
Makkah Royal Clock Tower bukan bangunan yang berdiri sendirian. Dia adalah menara utama dari kompleks Abraj Al Bait, kumpulan tujuh menara yang sebagian besar berfungsi sebagai hotel dan fasilitas pendukung jamaah, terletak persis di sisi selatan Masjidil Haram.
Beberapa fakta soal pembangunannya:
- Konstruksi dimulai tahun 2002 dan rampung tahun 2012
- Dibangun oleh Saudi Binladin Group, kontraktor konstruksi terbesar di Arab Saudi
- Total biaya proyek diperkirakan mencapai 15 miliar dolar AS
- Lahannya dulu adalah lokasi Benteng Ajyad, benteng peninggalan era Ottoman yang dibongkar tahun 2002. Keputusan ini sempat menuai kritik, terutama dari Turki, karena nilai sejarahnya
Luas lantai keseluruhan kompleks Abraj Al Bait diperkirakan mencapai 1,5 juta meter persegi. Menara utamanya sendiri, yang jadi rumah bagi jam raksasa itu, tingginya 601 meter termasuk puncak menara, dengan 76 lantai. Dengan tinggi segitu, menara ini masuk daftar bangunan tertinggi di dunia, ada di posisi keempat per 2024.
Fakta menariknya, jam raksasa itu ternyata bukan bagian dari rancangan awal. Jam baru ditambahkan belakangan, padahal konstruksi bangunannya sendiri sudah berjalan.
Seberapa Besar Sih Jamnya?
Ini bagian yang paling bikin menara ini terkenal. Jam di puncaknya diklaim sebagai jam terbesar di dunia, jauh mengalahkan Big Ben di London yang selama ini identik dengan sebutan jam paling ikonik sedunia.
Biar lebih gampang dibayangkan, ini rangkumannya:
| Detail | Ukuran |
|---|---|
| Diameter tiap muka jam | 43 meter |
| Jumlah muka jam | 4, menghadap empat arah mata angin |
| Panjang jarum jam | sekitar 17 sampai 18 meter |
| Panjang jarum menit | sekitar 23 meter |
| Jumlah lampu LED | sekitar 2 juta titik |
| Jarak terlihat | 17 sampai 25 km, tergantung cuaca |
Sebagai perbandingan, diameter jam ini kira-kira lima kali lebih besar dari Big Ben. Bahkan dibanding jam terbesar kedua di dunia, yaitu jam di menara Istanbul Cevahir, Turki, ukurannya masih lebih besar sekitar 11 meter.
Di atas jam, ada bulan sabit berwarna emas yang jadi mahkota menara. Bulan sabit ini dilapisi mozaik emas, tingginya sekitar 23 meter, dan menyala terang di malam hari. Di dalamnya bahkan ada ruang salat kecil. Di puncaknya juga ada puluhan lampu sorot yang bisa menembakkan cahaya sejauh 10 kilometer ke langit malam.
Desain menara ini juga enggak lepas dari sentuhan seni Islam. Di beberapa bagian bangunan, ada kaligrafi Arab yang dirancang khusus, memadukan unsur tradisional dengan teknik konstruksi modern. Perpaduan inilah yang bikin menara ini sering disebut sebagai simbol pertemuan antara nilai religius dan rekayasa teknik masa kini.
Apa Aja Isi di Dalam Menaranya?
Banyak orang mengira menara ini cuma hiasan kota. Padahal, di dalamnya ada beberapa fasilitas yang cukup lengkap buat jamaah.
Hotel Fairmont Makkah Clock Royal Tower
Ini hotel bintang lima yang jadi salah satu hotel paling dekat dengan Kabah. Ada sekitar 1.650 kamar dan suite, sebagian di antaranya menghadap langsung ke Kabah. Lantai-lantai atas yang disebut Fairmont Gold punya akses privat, sampai ruang salat sendiri dengan pemandangan Kabah dan restoran di lantai tertinggi Makkah.
Clock Tower Museum
Museum ini ada di lantai-lantai atas menara. Isinya seputar sejarah astronomi, perkembangan ilmu falak dalam peradaban Islam, sampai sejarah perluasan Masjidil Haram dari masa ke masa. Ada juga observation deck yang menawarkan pemandangan Kabah dan kota Makkah dari ketinggian, salah satu sudut pandang paling langka buat jamaah.
Pusat perbelanjaan
Di lantai-lantai bawah menara, ada Clock Towers Shopping Center, mal lima lantai dengan ratusan gerai ritel, restoran, dan kafe. Cocok buat kamu yang mau belanja oleh-oleh tanpa harus jauh-jauh dari area Masjidil Haram.
Musholla
Kompleks ini juga punya aula shalat (mushola) yang bisa menampung sampai 10.000 jamaah, belum termasuk kapasitas hotel-hotelnya yang secara keseluruhan diperkirakan bisa menampung sampai 2 juta jamaah saat musim haji.
Kalau Kamu Jamaah, Ngapain Aja di Sini?
Selain jadi penanda arah menuju Masjidil Haram, menara ini juga bisa jadi destinasi tambahan kalau kamu punya waktu luang selama umroh atau haji. Lokasinya deket banget dengan Gerbang King Abdul Aziz, jadi jalan kaki ke area tawaf enggak butuh waktu lama. Kalau kamu baru mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, jaraknya sekitar 90 kilometer, atau kurang lebih 1,5 jam perjalanan darat ke menara ini.
Beberapa hal yang bisa kamu lakukan di sini:
- Naik ke observation deck buat lihat Kabah dari ketinggian, pengalaman yang beda dari biasanya
- Mampir ke Clock Tower Museum kalau tertarik sama sejarah astronomi dan ilmu falak dalam Islam
- Belanja oleh-oleh atau kebutuhan harian di Clock Towers Shopping Center
- Dengar kumandang azan yang disiarkan lewat pengeras suara menara, jangkauannya sampai 7 kilometer
Satu catatan penting, jam operasional museum dan observation deck bisa berubah-ubah, apalagi pas musim ramai kayak Ramadan atau musim haji. Jadi ada baiknya cek dulu informasi terbaru di hotel atau lewat pemandu sebelum kamu ke sana.
Lebih dari Sekadar Jam
Makkah Royal Clock Tower bukan cuma soal ukuran atau rekor dunia. Buat jutaan jamaah yang datang ke Makkah tiap tahun, menara ini adalah penanda arah sekaligus simbol. Dari kejauhan, jamnya seolah mengingatkan bahwa waktu terus berjalan, dan di bawahnya, jutaan orang dari berbagai penjuru dunia berkumpul dengan satu tujuan yang sama.
Jadi, lain kali kamu lihat jam raksasa itu menyala di langit Makkah, sekarang kamu sudah tahu cerita panjang di baliknya.
Referensi: Fairmont Hotels, Encyclopaedia Britannica, We Build Value, ARAB MLS, KidsKonnect