200.000 Botol Sehari! Mengintip Pabrik Air Zam Zam Modern di Makkah

pabrik air zam zam
credit: spa.gov.sa

Pernahkah terbayang bagaimana air Zamzam yang berasal dari sebuah sumur kecil di dekat Ka’bah bisa dikemas menjadi ratusan ribu botol setiap hari? Ternyata, Arab Saudi memiliki pabrik pengemasan khusus dengan mesin-mesin otomatis yang kapasitas produksinya mencapai 200.000 botol berukuran lima liter per hari, atau setara dengan satu juta liter air Zamzam!

Pabrik ini bukan fasilitas pengemasan air minum biasa. Di baliknya terdapat proyek besar pemerintah Arab Saudi yang dirancang untuk menjaga kualitas, kebersihan, dan kemudahan distribusi air Zamzam kepada para jemaah haji dan umrah.

Proyek Raja Abdullah, Investasi Ratusan Juta Riyal

Pada tahun 2010, Raja Abdullah bin Abdulaziz meresmikan proyek pengelolaan dan pengemasan air Zamzam yang dikenal dengan nama King Abdullah bin Abdulaziz Zamzam Water Project.

Pemerintah Saudi menggelontorkan investasi sekitar 700 juta riyal Saudi untuk membangun fasilitas tersebut. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan jumlah botol yang diproduksi, melainkan memastikan air Zamzam dapat dikemas secara higienis dan didistribusikan melalui sistem yang lebih tertata.

Proyek ini berlokasi di Makkah, dengan National Water Company (NWC), perusahaan air nasional Arab Saudi, sebagai operator utamanya. Fasilitasnya mencakup gedung produksi, gudang kemasan, sistem pengolahan air, hingga pusat penyimpanan produk siap distribusi.

Bagaimana Air Zamzam Diproses Sebelum Masuk Botol?

Perjalanan air Zamzam menuju botol dimulai jauh sebelum memasuki mesin pengemasan. Seperti dijelaskan pada artikel pertama, air dari sumur dipompa melalui jaringan pipa khusus berbahan baja antikarat menuju fasilitas penampungan dan pengolahan.

Selanjutnya, air melewati proses penyaringan dan sterilisasi untuk memastikan kebersihannya. Teknologi sinar ultraviolet juga digunakan dalam sistem pengolahan Zamzam untuk membantu mengendalikan mikroorganisme tanpa menambahkan bahan kimia desinfektan.

Sampel air kemudian diperiksa di laboratorium. Pengujian dilakukan untuk mengetahui karakteristik kimia, tingkat keasaman, serta kemungkinan adanya kontaminasi mikrobiologis. Dengan demikian, air yang nantinya dikemas tetap memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan.

Mesin Otomatis yang Mampu Mengemas 200.000 Botol Sehari

Bagian paling menarik tentu berada di jalur produksi. Di sinilah air Zamzam dimasukkan ke dalam kemasan lima liter menggunakan mesin otomatis, sehingga proses pengisian tidak memerlukan penanganan langsung oleh tangan manusia.

Menurut Saudi Press Agency, kapasitas maksimal pabrik yang dilaporkan pada 2022 mencapai 200.000 botol per hari. Angka itu menunjukkan kemampuan fasilitas ketika dioperasikan pada kapasitas penuh, bukan berarti setiap hari selalu menghasilkan jumlah tersebut.

Luas fasilitas pabrik mencapai sekitar 13.405 meter persegi. Kompleks ini juga memiliki gudang dengan kapasitas penyimpanan maksimum sekitar 2,2 juta kemasan.

Menariknya lagi, pabrik dilengkapi sistem pengendalian otomatis bernama SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), yang memungkinkan operator memantau berbagai tahapan proses, mulai dari pemompaan air hingga pengemasan.

Menjaga Keaslian dan Kebersihan Zamzam

Mengemas air zam zam asli dalam skala industri tentu memiliki tantangan tersendiri. Air yang awalnya diambil dari sumber alami harus tetap terlindungi dari kontaminasi ketika melewati pipa, tangki, dan mesin produksi.

Karena itulah, otomatisasi menjadi bagian penting dalam sistem pabrik. Semakin sedikit kontak langsung manusia dengan air selama pengemasan, semakin kecil pula risiko kontaminasi dari proses penanganan.

Pengawasan kualitas tidak hanya dilakukan setelah air masuk botol, tetapi juga selama proses pengolahan. Dengan cara ini, pengelola dapat mendeteksi potensi masalah sebelum air sampai kepada masyarakat.

Pada musim haji 2023, pemerintah Saudi bahkan menyiapkan lebih dari 2,2 juta kemasan Zamzam untuk memenuhi peningkatan kebutuhan para jemaah.

Dari Pabrik Makkah, Ke Mana Air Zamzam Dikirim?

Pabrik pengemasan modern ini memperlihatkan bagaimana Arab Saudi memadukan pelayanan keagamaan dengan teknologi industri. Sebuah sumber air yang memiliki sejarah sejak zaman Nabi Ismail ‘alaihissalam kini dikelola menggunakan mesin otomatis, laboratorium, dan sistem pengawasan modern.

Namun, perjalanan Zamzam ternyata tidak berhenti setelah keluar dari pabrik. Air ini juga harus tersedia untuk jemaah yang berada ratusan kilometer dari Makkah.

Pada artikel ketiga, kita akan mengikuti perjalanan air Zamzam menuju Masjid Nabawi di Madinah. Ternyata, air Zamzam yang diminum jemaah di sana dikirim menggunakan armada truk tangki khusus dari Makkah. Bagaimana prosesnya, dan mengapa Zamzam tidak boleh diekspor secara komersial ke luar Arab Saudi?

Kita lanjutkan kisahnya pada bagian terakhir serial ini: Cara Arab Saudi Distribusikan Air Zam Zam

Bagikan Artikel Ini 👇