
Oleh-oleh umrah biasanya identik dengan kurma, sajadah, dan makanan khas Timur Tengah. Tetapi ada satu barang yang bisa menemani keseharian setelah pulang: parfum. Aromanya mungkin mengingatkan kita pada perjalanan, suasana hotel, atau pengalaman berbelanja di Makkah dan Madinah.
Arab Saudi menarik untuk berburu wewangian karena mempunyai rumah parfum lokal dengan cerita dan pilihan produk yang beragam. Ada parfum premium untuk koleksi pribadi, minyak parfum dalam botol kecil, hingga pilihan ekonomis untuk dibagikan kepada keluarga. Tiga nama yang patut dikenali adalah Arabian Oud, Surrati, dan Al Rehab.
Mengapa Wewangian Begitu Dekat dengan Kehidupan Saudi?
Dalam budaya Saudi, wewangian bukan hanya urusan penampilan. Bakhoor atau bahan aromatik yang dibakar digunakan untuk mengharumkan rumah, menyambut tamu, serta meramaikan pernikahan dan hari raya. Gaharu juga dapat menjadi hadiah pada berbagai kesempatan. Aroma yang menyenangkan menjadi bagian dari cara menghormati orang yang datang.
Kebiasaan ini bertemu dengan ajaran Islam yang menghargai wewangian. Rasulullah ﷺ mencintai aroma yang baik. Hadits tentang kecintaan beliau terhadap wewangian diriwayatkan oleh An-Nasa’i, nomor 3939. Dalam Sahih Muslim, nomor 2252, disebut pula keutamaan misk sebagai wewangian.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa pengertian wewangian tidak terbatas pada satu bahan. Minyak oud, minyak mawar, amber, bakhoor, dan bahan beraroma baik lainnya termasuk di dalamnya. Jadi, mengikuti sunnah tidak mensyaratkan parfum mahal atau merek tertentu.
Namun, kita tidak bisa menganggap motivasi setiap orang Saudi memakai parfum selalu sama. Tradisi keluarga, selera pribadi, kebiasaan sosial, dan pengaruh agama dapat berjalan bersama.
Saudi dan Eropa: Sama-Sama Punya Cerita Parfum
Ketika membicarakan parfum, banyak orang langsung teringat Prancis. Wajar, karena negara tersebut mempunyai tradisi panjang, termasuk keterampilan meracik parfum di Grasse yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada 2018.
Dalam skala perdagangan internasional, Prancis juga jauh lebih besar. Data WITS World Bank mencatat ekspor kategori parfum dan toilet waters pada 2024 sekitar US$8,62 miliar dari Prancis, dibandingkan US$208,38 juta dari Saudi. Angka ekspor ini bukan total produksi dan tidak mencakup seluruh perdagangan bakhoor atau kayu gaharu.
Meski demikian, Saudi mempunyai industri manufaktur lokal. Arabian Oud menjelaskan keberadaan pabriknya di Riyadh, sedangkan Surrati mencantumkan pusat perusahaan di kawasan industri Makkah. Saudi bukan sekadar tempat menjual parfum impor.
Perbedaan skala ekspor bukan penentu aroma mana yang lebih enak. Pilihan akhirnya tetap bergantung pada komposisi produk dan selera pemakainya.
Aroma Arab, Bahan Bakunya Bisa dari Indonesia
Oud adalah nama yang akrab dalam dunia wewangian Timur Tengah. Di baliknya ada gaharu, kayu beraroma yang diperdagangkan dalam berbagai bentuk, termasuk potongan kayu, serbuk, dan minyak.
Menariknya, bahan yang identik dengan pengalaman wewangian Arab ini banyak berasal dari Asia. Panduan CITES mencantumkan Indonesia, Malaysia, dan Thailand di antara eksportir utama gaharu. Dokumen lain yang tersedia melalui CITES menyebut Timur Tengah sebagai pasar gaharu terbesar, dengan Saudi dan UAE termasuk importir utama.
Permintaannya berkaitan dengan penggunaan gaharu yang luas, termasuk sebagai wewangian bakar untuk rumah dan tamu. Namun, besarnya pasar gaharu tidak berarti Timur Tengah mengonsumsi semua jenis bahan baku parfum lebih banyak daripada Eropa.
Arabian Oud: Mengenal Sisi Premium Parfum Saudi
Arabian Oud cocok masuk daftar bagi pembeli yang ingin mengenal parfum premium asal Saudi. Berdiri pada 1982, perusahaan ini menyatakan memiliki pabrik di Riyadh dan mengekspor produknya ke lebih dari 36 negara.
Salah satu produk yang bisa diperkenalkan adalah Kalemat 100 ml. Situs resmi Saudi mencantumkan harga SAR 395, dengan deskripsi aroma saffron, cinnamon, vanilla, dan sandalwood. Contoh ini menunjukkan bahwa nama Arabian Oud tidak berarti setiap produknya hanya menawarkan aroma oud.
Untuk mencari gerainya di Makkah atau Madinah, gunakan fitur Find Store pada situs resmi Arabian Oud dengan memilih kota tujuan. Daftar lokasi pada fitur tersebut membantu pembeli mencari cabang sesuai rencana perjalanan; alamat cabang perlu diperiksa sebelum berangkat.
Untuk hadiah pribadi, jangan memilih berdasarkan nama merek saja. Cobalah aromanya dan perhatikan apakah karakter hangat atau manisnya sesuai dengan orang yang akan menerima.
Surrati: Cerita Produsen Parfum dari Makkah
Surrati membawa cerita yang dekat dengan kota tujuan jemaah. Menurut situs perusahaan, pengalaman perfumery mereka berawal sejak 1929 dan diwariskan dalam keluarga. Perusahaan juga menyatakan mempunyai lebih dari 3.000 kreasi aroma serta melayani pasar Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.
Pilihan produknya perlu dilihat satu per satu karena jenis dan harganya beragam. Sebagai contoh, situs Surrati mencantumkan Under Water – Oud Oil seharga SAR 150, dengan deskripsi unsur oud, rempah, dan amber.
Di Makkah, daftar cabang perusahaan mencantumkan Abraj Al Bait Center 1 dan 2. Gerai ini dapat dimasukkan dalam rencana belanja saat berada di kompleks Makkah Clock Tower. Sementara di Madinah, Surrati mencantumkan cabang Qurban, yang bisa menjadi alternatif bagi jemaah yang ingin berbelanja setelah berpindah kota.
Saat berbelanja, tanyakan jenis produk, ukuran, dan cara pemakaiannya. Minyak parfum dan parfum semprot memberikan pengalaman penggunaan berbeda, sehingga membandingkan harga botol saja belum cukup. Gerai di kota asal perusahaan juga tidak otomatis menawarkan harga paling murah.
Al Rehab: Pilihan Ekonomis untuk Oleh-Oleh
Al Rehab menarik bagi pembeli yang ingin membawa parfum tanpa menghabiskan banyak anggaran. Situs resminya menyatakan merek ini lahir di Jeddah pada 1975 dengan prinsip kualitas pada harga yang terjangkau. Perusahaan juga mencantumkan kantor atau kontak Indonesia.
Contoh yang mudah dibandingkan adalah Sabaya. Pada toko daring Saudi, versi minyak roll-on 6 ml tercantum SAR 7, sementara parfum semprot 100 ml SAR 45,01. Ukuran kecil bisa dipertimbangkan untuk oleh-oleh banyak orang, sedangkan pilihan akhirnya tetap perlu menyesuaikan selera penerima.
Untuk berbelanja langsung di Madinah, Al Rehab mencantumkan gerai di Imam Al-Bukhari Street. Di Makkah, cabangnya tercantum di Al-Da’wah Street. Kanal resmi menggunakan penyebutan kawasan yang berbeda untuk cabang Makkah, sehingga sebaiknya gunakan tautan peta pada daftar cabang untuk memastikan titiknya.
Harga-harga dalam artikel ini merupakan cuplikan halaman saat riset Oktober 2026. Promosi, stok, dan harga gerai dapat berbeda. Sebelum datang, periksa lokasi dan jam buka, lalu tanyakan harga produk yang kamu incar.
Pilih Aroma, Bukan Sekadar Nama
Tidak semua parfum Arab beraroma kayu yang berat. Ada pilihan floral, citrus, manis, dan musk. Batasi beberapa kandidat ketika mencoba, tunggu aromanya berkembang, lalu pilih yang paling nyaman.
Periksa pula negara produksi pada kemasan: asal merek dan lokasi pembuatan suatu produk bisa berbeda. Simpan bukti pembelian dan jangan menganggap belanja di Saudi selalu lebih murah daripada di Indonesia. Bandingkan varian, ukuran, dan jenis produk yang sama agar perbandingannya adil.
Arabian Oud, Surrati, dan Al Rehab menawarkan pintu masuk berbeda untuk mengenal wewangian Saudi. Pilihannya tidak harus paling mahal. Yang paling berkesan bisa justru botol sederhana dengan aroma yang ingin kamu pakai lagi dan mengingatkan pada perjalanan ke Tanah Suci.