
Saat mencari paket umroh, mungkin Anda pernah menemukan dua pilihan itinerary yang berbeda. Ada travel yang menawarkan perjalanan ke Makkah terlebih dahulu, tetapi ada juga yang mengajak jemaah mengunjungi Madinah sebelum melaksanakan ibadah umroh.
Lantas, mana yang sebaiknya dipilih? Apakah lebih nyaman langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umroh, atau justru singgah di Madinah terlebih dahulu?
Meski tujuan akhirnya sama, ternyata urutan perjalanan ini bisa memengaruhi kenyamanan, persiapan ihram, hingga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Terlebih bagi Anda yang baru pertama kali berangkat umroh, membawa anak kecil, atau mendampingi orang tua lanjut usia.
Nah, sebelum menentukan pilihan paket travel, yuk kenali kelebihan dan kekurangan masing-masing itinerary berikut ini!
1. Pilihan Pertama: Makkah Dulu, Baru Madinah
Paket umroh dengan itinerary Makkah terlebih dahulu umumnya menggunakan penerbangan menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Setelah proses imigrasi dan pengambilan bagasi, jemaah melanjutkan perjalanan menuju Kota Makkah menggunakan bus atau kereta cepat Haramain.
Keuntungan utama memilih itinerary ini adalah jemaah bisa menyelesaikan rangkaian ibadah umroh lebih awal. Setelah melaksanakan tawaf, sa’i, dan tahallul, jemaah dapat beribadah di Masjidil Haram dengan lebih leluasa sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madinah.
Namun, ada hal yang perlu dipertimbangkan.
Bagi jemaah asal Indonesia, perjalanan udara menuju Arab Saudi tentu cukup menguras energi. Apalagi jika setelah mendarat masih harus melanjutkan perjalanan menuju Makkah dalam kondisi berihram.
Meski jemaah boleh beristirahat terlebih dahulu di hotel sebelum melaksanakan umroh, larangan-larangan ihram tetap harus diperhatikan sampai selesai tahallul.
Itinerary ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menuntaskan ibadah umroh di awal perjalanan, kemudian menikmati hari-hari berikutnya untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
2. Pilihan Kedua: Madinah Dulu, Baru Makkah
Berbeda dengan pilihan pertama, paket Madinah First biasanya membawa jemaah mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Setibanya di sana, jemaah langsung diantar menuju hotel untuk beristirahat. Agenda selama beberapa hari berikutnya biasanya diisi dengan memperbanyak salat di Masjid Nabawi, mengunjungi Raudhah sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengikuti perjalanan ziarah yang disediakan pihak travel.
Salah satu kelebihan itinerary ini adalah jemaah memiliki kesempatan memulihkan kondisi tubuh setelah penerbangan panjang, sebelum memulai rangkaian ibadah umroh di Makkah.
Persiapan ihram pun relatif lebih santai. Jemaah dapat mandi, mengenakan pakaian ihram dari hotel, kemudian mengambil miqat di Dzul Hulaifah atau Bir Ali saat perjalanan menuju Makkah.
Kekurangannya, tentu pelaksanaan umroh harus menunggu hingga agenda di Madinah selesai. Selain itu, jemaah tetap harus menempuh perjalanan antarkota menuju Makkah.
Karena itu, jangan sampai terlalu memforsir tenaga selama berada di Madinah. Sisakan energi untuk melaksanakan umroh beberapa hari berikutnya.
3. Perbedaan Persiapan Ihram dan Miqat
Nah, ini salah satu perbedaan penting yang perlu diketahui, terutama bagi jemaah yang baru pertama kali umroh.
Jika memilih Makkah terlebih dahulu melalui penerbangan langsung menuju Jeddah, jemaah yang berniat melaksanakan umroh harus mulai berihram sebelum pesawat melewati batas miqat yang dilaluinya.
Biasanya pembimbing umroh akan membantu mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan pakaian ihram dan membaca talbiyah ketika mendekati miqat.
Perlu dipahami bahwa Jeddah bukanlah tempat memulai ihram bagi jemaah yang sejak awal berniat umroh dan telah melewati miqat dalam penerbangan. Ketentuan ini juga dijelaskan dalam fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz.
Sementara itu, bagi jemaah yang menuju Madinah terlebih dahulu, persiapan ihram dapat dilakukan menjelang keberangkatan menuju Makkah dengan mengambil miqat di Bir Ali.
4. Membawa Anak Kecil atau Lansia, Sebaiknya Pilih yang Mana?
Pilihan Madinah terlebih dahulu bisa dipertimbangkan karena jemaah memiliki jeda untuk beristirahat sebelum melaksanakan rangkaian umroh yang membutuhkan aktivitas fisik.
Meski demikian, bukan berarti paket Makkah terlebih dahulu kurang nyaman. Semuanya bergantung pada pengaturan jadwal dari pihak travel.
Paket yang menyediakan waktu istirahat cukup setelah kedatangan, hotel dekat Masjidil Haram, serta pendampingan yang baik tentu tetap layak dipertimbangkan.
5. Bagaimana dengan Pilihan Bandara Kedatangan dan Kepulangan?
Selain menentukan kota pertama yang dikunjungi, perhatikan pula pilihan bandara kedatangan dan kepulangan.
Secara umum, terdapat dua skema perjalanan yang dapat dipilih:
| Itinerary | Bandara Kedatangan | Bandara Kepulangan |
|---|---|---|
| Makkah – Madinah | Jeddah (JED) | Madinah (MED) |
| Madinah – Makkah | Madinah (MED) | Jeddah (JED) |
Kedua pilihan di atas cukup praktis karena jemaah tidak perlu kembali ke kota awal hanya untuk mengejar penerbangan pulang.
Namun, ketersediaannya tetap bergantung pada maskapai dan paket yang ditawarkan biro travel umroh.
6. Transportasi Antarkota: Bus atau Kereta Cepat Haramain?
Berdasarkan informasi resmi Saudi Arabia Railways yang dipublikasikan oleh Saudi Press Agency pada Mei 2026, perjalanan kereta dari stasiun Bandara Jeddah menuju Makkah membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sementara perjalanan antara Makkah dan Madinah berkisar 2 jam 15–20 menit.
Meski lebih cepat, penggunaan kereta perlu mempertimbangkan biaya tambahan, kapasitas bagasi, serta transportasi dari stasiun menuju hotel.
Untuk rombongan besar, bus terkadang lebih praktis karena dapat mengantar jemaah langsung menuju penginapan.
7. Apakah Perbedaan Itinerary Memengaruhi Harga Paket Umroh?
Belum tentu paket landing Jeddah lebih murah dibandingkan landing Madinah, begitu pula sebaliknya.
Harga paket umroh dipengaruhi banyak faktor, mulai dari maskapai, penerbangan langsung atau transit, musim keberangkatan, kelas hotel, jarak penginapan dari masjid, hingga fasilitas transportasi.
Karena itu, jangan hanya membandingkan harga akhir. Periksa kembali fasilitas yang Anda peroleh dari setiap paket.
Sebelum memutuskan, ada lima pertanyaan yang sebaiknya diajukan kepada pihak travel:
Apakah perjalanan dimulai dari Makkah atau Madinah?
Apakah penerbangan langsung atau transit?
Berapa jarak hotel menuju Masjidil Haram dan Masjid Nabawi?
Apakah tersedia waktu istirahat sebelum pelaksanaan umroh?
Apakah transportasi antarkota menggunakan bus atau kereta Haramain?
8. Jadi, Lebih Baik Umroh Makkah Dulu atau Madinah Dulu?
Pada dasarnya, tidak ada keharusan mengunjungi Madinah sebelum melaksanakan umroh. Mengunjungi Masjid Nabawi merupakan ibadah yang dianjurkan, tetapi bukan bagian dari rukun maupun syarat sah umroh.
Namun, apabila ingin mengawali perjalanan dengan beristirahat, memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, lalu mempersiapkan diri menuju Makkah, paket Madinah terlebih dahulu juga menarik untuk dipilih.
Apa pun pilihannya, pastikan paket perjalanan sesuai dengan kondisi fisik, kebutuhan keluarga, dan anggaran yang tersedia.
Sebab, perjalanan umroh bukan sekadar tentang kota mana yang lebih dahulu dikunjungi, melainkan bagaimana kita mempersiapkan diri agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.